Bakamla Tangkap Kapal Penampung Minyak di Selat Malaka

Tri Hatnanto · Selasa, 08 Mei 2018 - 12:10 WIB
Bakamla Tangkap Kapal Penampung Minyak di Selat Malaka
Kapal patroli Bakamla KN Belut Laut 4806 menangkap kapal motor yang diduga sebagai penampung BBM di Selat Malaka, Jumat (4/5/2018). (Foto: Bakamla).

BATAM, iNews.id - Kapal patroli Bakamla KN Belut Laut 4806 yang sedang berpatroli di Zona Kamla Barat menangkap kapal motor yang diduga penampung bahan bakar minyak (BBM). Kapal beserta awak telah dibawa ke Batam untuk menjalani proses hukum.

Penangkapan terjadi pada Jumat (4/5/2018) pukul 13.35 WIB. Saat itu KN Belut Laut 4806 yang sedang melaksanakan tugas patroli rutin mencurigai sebuah kapal motor di Perairan Selat Malaka, tepatnya pada posisi 01.10.650 U–103.23.400 T atau sisi Utara Pulau Karimun Kecil.

”Kapal tidak tidak memiliki identitas alias kapal tanpa nama,” kata Kasubbag Humas Bakamla Mayor Marinir Mardiono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Mardiono menjelaskan, KN Belut Laut 4806 selanjutnya mendekati sasaran dan menghentikan kapal tersebut. Selain itu dilakukan pemeriksaan terhadap kapal dan awaknya.

”Berdasarkan pemeriksaan didapati bahwa kapal tanpa nama itu milik warga negara Indonesia (WNI), dinahkodai Muh Izan dengan awak dua ABK,” kata Mardiono.

Pada saat ditangkap kapal tidak membawa muatan, namun dari pengakuan nakhkoda diketahui kapal yang berlayar dari Pulau Meral menuju Selat Malaka tersebut hendak digunakan memuat BBM ilegal di tengah pelayaran.

Selain itu, dari pemeriksaan juga didapati bahwa kapal tidak memilki Surat Persetujuan Berlayar (SPB), tidak memiliki radio, tidak memilki kecakapan awak kapal, tidak memiliki SIJIL dan dokumen pelaut serta tidak ada Tanda Selar atau pendaftaran.

Kapal patroli Bakamla yang dikomandani oleh Nyoto Saptono tersebut kemudian mengawal nahkoda beserta ABK dan kapal kayu tersebut menuju Pangkalan Keamanan Laut Zona Maritim Barat di Barelang, Batam, Kepulauan Riau, guna menjalani proses hukum lebih lanjut.


Editor : Zen Teguh