Mantan Wali Pondok Pesantren di Karimun Cabuli 14 Santri

Iwan Mohan ยท Senin, 15 Januari 2018 - 21:00:00 WIB
Mantan Wali Pondok Pesantren di Karimun Cabuli 14 Santri
Tersangka pencabulan 14 santri di sebuah pondok pesantren di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. (Foto: iNews/Iwan Mohan)

KARIMUN, iNews.id – Mantan tukang masak sekaligus wali bagi santri di sebuah pondok pesantren di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) diamankan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun karena mencabuli 14 orang anak didiknya, Senin siang (15/1/2018). Tersangka Zulkifli mengaku melakukan pencabulan tersebut sejak September hingga Desember 2017.

Tersangka Zulkifli, warga Paya Rengas Meral RT 001 RW 002 Kabupaten Karimun, pasrah saat dijemput dari rumahnya oleh anggota Satreskrim Polres Karimun, Senin siang. Kepada penyidik, dia mengaku telah mencabuli 14 santri. Perbuatannya itu dia lakukan di dua tempat, yakni di pondok pesantren tersebut dan Kolam Renang Viarama Lubuk Semut, Tanjungbalai Karimun.

Tersangka kerap melakukan bujuk rayu dengan memberikan korban uang sebanyak Rp5.000 dan mengajak anak-anak santri berenang. Aksi pencabulan tersangka terungkap setelah DN (11), salah seorang korban bercerita kepada ibunya. Orang tuanya kemudian melapor ke polisi, Kamis, 11 Januari 2018. “Dari 14 orang itu ada juga yang saya hanya cium pipi, cium kening,” ungkap tersangka pencabulan, Zulkifli di Polres Karimun.

Sementara Kasat Reskrim Polres Karimun Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lulik Febyantara mengatakan, 14 santri yang dicabuli tersangka Zulkifli berusia 12 hingga 13 tahun. Berdasarkan pengakuan tersangka, dia akan merasa nyaman jika mencabuli santrinya dahulu, sebelum akhirnya berhubungan suami istri.

“Menurut pengakuan tersangka, dia sudah menikah, tapi belum punya anak. Jadi, tersangka ini merasa nyaman bergaul sama anak-anak itu. Kemudian, dia mulai merasa bernafsu pada anak-anak itu dan mencabuli mereka,” kata AKP Lulik Febyantara.

Akibat perbuatannya, tersangka Zulkifli dijerat pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam hukuman paling singkat lima tahun penjara.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: